Kamis, 19 Januari 2017

Claudio Bravo: From Hero to Zero

Claudio Bravo resmi didatangkan Manchester City musim panas 2016 lalu dari Barcelona, awal-nya semua berjalan baik. Sampai-sampai kalangan fans City pun bisa merelakan kepergian Joe Hart karena tidak sesuai pemain yang diinginkan Pep.



8 laga pertama tidak ada yang aneh pada penampilan Bravo, namun ketika Man City bertemu Tottenham Hotspurs di ajang Premier League, itu berubah. City menelan kekalahan pertama di Premier League setelah dikalahkan Spurs 2-0.

Fans City pun beranggapan bahwa ketika saat itu terjadi masalah 'miss komunikasi' saja, pertahanan yang lemah pun menjadi sorotan.

Beberapa pertandingan berlalu, hingga sampailah ke bulan Desember. Sejak bulan Desember, Claudio Bravo memiliki persentase paling buruk diantara kiper-kiper Premier League yang lain, sebesar 40%.


Dari 24 shoot on target yang mengarah ke gawang, Claudio Bravo kebobolan sebanyak 14  kali. Cukup miris untuk ukuran kiper yang berhasil membawa Barcelona menjadi juara Champions League dan Copa America 2016.

Cacian pun terus-menerus berdatangan, mulai dari akun sosmed miliknya yang sering mendapatkan komentar:

"Fuck off from City"

"Get the fuck out from my club"


Hingga kalangan fans City pun mulai mendesak Pep untuk membawa kembali si 'anak hilang' Joe Hart. Kiper asal Inggris yg bernama lengkap Charles Joseph John Hart. Joe Hart sendiri masih belum tau apakah dia masih akan bermain di City atau tidak. Karena jika pelatihnya Pep dia tidak akan kembali. Sumber: Daily Mail.

Performa Bravo yang inkonsisten ini membuat Pep memutar otak untuk mendatangkan kiper baru atau memanggil kembali Hart. Bravo sendiri dikenal sebagai kiper hebat karena pengalamannya yang sudah banyak.

Semoga saja Bravo mulai bisa beradaptasi di Liga Inggris, dan bisa membuat fans Manchester Biru mulai menyebut-nyebut namanya ketika bermain. De Gea, kiper United juga sempat mengalami kesulitan ketika memulai musim pertamanya di Liga Primer Inggris.






Article by: @haidarihsann // Admin Smply ManCity