Seperti dipungkiri bahwa Manchester City selama periode 4 Minggu terakhir atau selama bulan September belum pernah merasakan kemenangan sama sekali, pasca rentetan hasil buruk di Liga dan kompetisi domestik sejak ditahan imbang 3-3 oleh Celtic di awal bulan September lalu.
Yap, 5 pertandingan terakhir Manchester City, hasil 3 seri dan 2 kalah (DLDLD) telah dialami. Sebagian orang beranggapan bahwa mungkin ada yang salah tentang philosophy Guardiola dan sebagian hipster lain juga beranggapan bahwa rataan skuad pemain Man City sudah terlalu "berumur" dan juga gaya permainan City sudah terbaca lawan.
Namun, pada kenyataannya justru Pep Guardiola, entrenador kebangsaan Catalunya itu menjadi pelatih dengan rekor terbaik yg menangani Man City di 10 laga awalnya. Berbeda dengan pelatih terdahulu seperti Pellegrini & Mancini.
Nyatanya, dalam 6 laga awal Premier League, Pep Guardiola bisa mengantar Manchester City menyapu bersih 6 kemenangan dengan defisit gol yang spektakuler. Selain itu, sejak ditangani Pep, performa Raheem Sterling mulai terlihat kembali seperti musim 2013/14.
Sejak cederanya Kevin De Bruyne, performa Man City sedikit tersendat. Pep harus merotasi pemain dan juga masih belum sepenuh fitnya Vincent Kompany. Sejak kalah melawan Spurs, Pep sering menggunakan formasi 3 bek dibelakang, dan sampai sejauh ini belum terlalu efektif.
Apakah taktik Guardiola sudah dapat dibaca team lawan? Atau mungkin skema yang ingin ia lakukan masih belum maksimal diterapkan kepada para pemain? Pep sendiri dipusingkan dengan badai cedera yg diderita City. Misalnya nama-nama seperti De Bruyne, Kompany yg belum terlalu fit juga, sampai cederanya bek kanan pilihan utama Pep, Bacary Sagna.
Soal individuals error yg dibuat para pemain City, Pep sendiri hanya bisa mengatakan:
"Selama 7 tahun terakhir saya menjadi pelatih, saya telah memenangkan 21 Trophy", ucapnya..
"Ketika team saya bermain baik, itu semua bermula dari kiper. Jadi ketika team bermain baik, peran kiper turut andil disana"
Manchester City baru saja disingkirkan tetangga sebelahnya, Man United di ajang EFL Cup yg dulu disebut Capital One Cup. City sendiri gagal mempertahankan titel juara ajang tersebut yg sempat dimenangkan di musim terakhir Pellegrini di City.
Kita sebagai fans layar kaca hanya cuman bisa memberi support kepada Pep, nyatanya Pep selalu berada di CFA dari pagi hingga larut sore untuk memikirkan strategi baru. Doakan saja yang terbaik untuk klub dan juga Pep, percayalah Pep adalah pelatih jenius di dunia. :))
Article by: Admin @Simply_ManCity // @IlkayPassing
